Warga Medan dan sekitarnya masih banyak yang belum tahu keberadaan danau di pinggir terdekat kota mereka ini. Luas danau yang oleh pemiliknya diberi nama Si Ombak ini kurang lebih sama dengan waduk Pluit di Jakarta kelak jika sudah selesai disterilkan dari hunian liar. Danau Si Ombak yang berada di Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan ini sebenarnya danau air payau dengan dikelilingi pohon nipah dan hutan bakau yang menjadi benteng rawa sebelum Selat Malaka. Proses terjadinya Danau ini bermula dari tambak udang yang oleh pemilik – yang hanya ingin dikenal sebagai Wak/Uak Haji – membuat tempat peristirahatan bagi buruh pengelola.

Lama kelamaan tambak tersebut sering dikunjungi warga yang ingin melihat panen udang hingga anak-anak muda yang ingin bermalam mingguan sambil menikmati ikan dan udang bakar. Danau Siombak merupakan objek wisata yang terbentuk dari buatan manusia, dimana awal dari danau ini adalah daerah rawa-rawa. Danau buatan ini juga memiliki sejarah tersendiri, dimana sekitar tahun 1980 daerah yang merupakan rawa-rawa itu dikeruk untuk menimbun pembuatan jalan tol Belawan-Medan-Tanjung (Belmera).  Dan sekarang tempat ini dijadikan sebuah objek wisata yang indah dan unik, dimana biasanya tempat ini dijadikan festival kano dan perahu tradisional.

Dan tidak salah jika anda mengunjungi tempat ini, dimana lokasi Danau Siombak berada di Kawasan Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan. Danau Siombak adalah sebuah danau buatan dengan luas sekitar 40 hektar, Diameter sekitar 1000 meter, dan kedalaman kurang lebih 12 meter. Danau Siombak ini terletak di Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan, Medan, Sumatera Utara. Danau Siombak terletak di antara dua sungai, yaitu Sungai Deli dan Sungai Terjun. Air Danau Siombak berwarna jernih agak kehijauan, karena di dasar danau ditumbuhi sejenis tumbuhan lumut dan ganggang, namun airnya tak berbau. Danau Siombak ramai dikunjungi saat liburan atau akhir pekan.

Danau Siombak ini banyak dikunjungi oleh masyarakat medan, dan jarang wisatawan asing yang mampir kesini. Memang Danau Siombak ini menjadi salah satu tempat favorit masyarakat Medan, mereka menyempatkan waktu untuk bersantai sambil memancing di sini. Di sekitar Danau Siombak juga terdapat penjual makanan dan aksesoris seperti gelang, kalung, anting, baju, dan lain-lain. Harga untuk makanan dan aksesorisnya sedikit agak mahal, namun ini tergantung kemampuan menawar anda. Di sekitar area Danau Siombak juga disediakan perahu, sampan, dan speedboat jika anda ingin berkeliling danau.

Dengan perkembangan Kota Medan dan SUMUT yang ingin bersaing dengan Singapura, kebutuhan warganya untuk lahan rekreasi dan ruang terbuka semacam ini memang patut dikembangkan. Apalagi hutan penjaga pantai (bakau) yang semakin menipis di pantai barat provinsi itu sudah dalam keadaan gawat darurat, namun masih ada warga yang berusaha mempertahankan meskipun hanya sebagian kecil yang ia mampu. Saat ini masuk kawasan danau Si Ombak hanya dipungut biaya dua ribu hingga tiga ribu rupiah per orang atau sepuluh ribu Rupiah jika anda datang bersama rombongan besar. Sementara untuk warga yang tinggal tidak jauh dari danau masih gratis. Disekitar danau juga tersedia beberapa saung yang menyediakan jajanan kuliner dengan menu makanan laut terutama udang dan kepiting serta kerang.