Kota Medan, merupakan kota multi-etnis yang memiliki beragam etnis yang tersebar di seluruh wilayahnya. Tak hanya etnis yang berasal dari berbagai suku di Indonesia dan Tionghoa. Etnis India pun jumlahnya cukup besar di kota ini. Hal ini terbukti dengan ditemukannya salah satu kawasan yang merupakan kawasan yang sebahagian besar masyarakatnya berasal dari India Selatan yang ber-etnis India Tamil, serta ditemukannya tempat-tempat ibadah berupa Kuil Hindu yang megah dan beraksitektur Khas India.

Etnis India Tamil mulai berimigrasi ke Indonesia pada pertengahan abad ke-19 tepatnya pada tahun 1880′an dimana pada saat itu merupakan puncak kejayaan dan kemakmuran di berbagai sektor yang terdapat di Kota Medan seperti sektor ekonomi dan sektor perdagangan. Pada masa itu Kota Medan masih dibawah kepemimpinan pemerintahan Hindia Belanda dan seorang Sultan yang saat itu menjadi penguasa Tanah Deli. Jika kita melintasi Jln. Teuku Umar atau dari sisi Jln. Zainul Arifin di pusat Kota Medan, pasti kita sudah tidak asing lagi dengan salah satu bangunan yang merupakan tempat ibadah. Bangunan tersebut adalah Kuil Shri Mariamman yang sangat khas dengan arsitekturnya yang mengadopsi bangunan Candi Indonesia dan bangunan-bangunan di India. Kuil ini sangat mudah dijumpai karena letaknya yang sangat strategis di Pusat Kota.

Kuil yang dibangun pada tahun 1884 ini merupakan kuil tertua di Kota Medan yang berfungsi sebagai tempat peribadatan untuk memuja Dewi Mariamman. Kuil ini dibangun oleh seorang pemuda Tamil yang bernama Gurdhuara Sahib yang merupakan seorang pekerja di perusahaan perkebunan yang terdapat di Sumatera Utara. Kuil ini terletak di kawasan Kampung Keling atau Kampung Madras, Kecamatan Petisah yang merupakan sebuah kawasan di Kota Medan yang mayoritas penduduknya ber-etnis India Tamil yang memeluk agama Hindu.

Menurut kepercayaan Umat Hindu, Dewi Mariamman adalah dewi yang dipercayai mempunyai kekuatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, menghilangkan wabah penyakit berupa penyakit ringan maupun penyakit berat dan dapat menurunkan hujan ketika mengalami musim kemarau yang tandus. Dewi ini banyak dipuja di beberapa wilayah di negara India Selatan seperti desa Andhra Pradesh, Tamil Nadu dan Karnataka. Selain digunakan untuk memuja Dewi Mariamman, Kuil ini juga digunakan untuk memuja dewa-dewa Hindu yang lainnya seperti Dewa Wisnu, Dewa Ganesha, Dewa Siwa, Dewa Durga dan Dewa Amanitu.

Pada gerbangnya tampak arsitektur gapura unik yang mengadopsi bangunan Kuil di India dan Candi di Indonesia. Di atas gapura tersebut terdapat berbagai patung dewa-dewa Hindu yang disebut Gopurram dan patung malaikat yang memberikan kesan sakral dan spiritual bagi Umat Hindu. Diantara gerbang gapura terdapat 2 buah patung gajah yang merupakan hewan suci dan dikeramatkan oleh Umat Hindu. Di bagian dalamnya yang merupakan bagian utama ruangan terdapat lukisan bunga yang berwarna warni, tepat di sisi langit-langitnya yang dihubungkan dengan beberapa penyangga yang terbuat dari marmer berwarna putih sebagai pilarnya.

Di dinding bagian dalam diantara pintu masuk terdapat pula patung Dewi Hindu dengan beberapa ornamen khas India, di langit-langitnya juga terdapat sebuah lampu kristal klasik yang berhiaskan relief bunga berwarna merah sebagai penyangganya. Di bagian kanan ruangan terdapat sebuah altar yang bernama altar Shri Murugar yang menurut kepercayaan Umat Hindu, Dewa Shri Murugar adalah Dewa yang dapat membantu prajurit perang dan dipercayai sebagai Dewa yang bertugas untuk melindungi bumi dari segala kejahatan dan marabahaya. Dibeberapa sudut pada altar ini dapat kita jumpai replika tokoh-tokoh pewayangan Hindu seperti replika Ramayana, Dewi Shinta dan lain-lain.

Menurut informasi, Kuil ini sudah 2 kali melakukan pemugaran tanpa harus menghilangkan desain aksitektur yang original pada bangunannya agar tetap berdiri kokoh meski usianya sudah lebih dari seabad. Hingga kini Kuil Hindu Shri Mariamman masih dikelola dengan baik oleh Marimutu Sinivasan, pemilik perusahaan Texmaco Group yang merupakan salah satu perusahaan besar di Indonesia yang mengelola industri tekstil. Selain itu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan juga menjadikan Kuil ini sebagai aset Pariwisata di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan. Bagi Anda yang menyukai wisata sejarah, budaya dan religi. Kuil ini sangat cocok untuk mengisi kegiatan pariwisata Anda. Karena Kuil Hindu ini banyak menyimpan cerita sejarah pada masa itu. Selain itu Anda juga dapat melihat keragaman etnis yang menetap di kawasan ini yang hidup dalam kerukunan dan saling menghormati satu sama lain.

Akses menuju kuil ini sangat mudah dijangkau karena banyak transportasi umum yang melewati kawasan Kuil ini. Bagi Pengunjung yang datang ke Kuil ini pihak pengelola sama sekali tidak melakukan pemungutan biaya masuk, namun sebagai partisipasi Anda dalam menjaga salah satu aset pariwisata dan cagar budaya yang terletak di kota ini, Anda dapat memberikan sumbangan secara suka rela pada kotak yang terdapat di dalam Kuil. Kuil ini dibuka mulai pukul 5.30 – 12.00. Dan pukul 16.00 – 20.00. Bagi Anda yang berasal dari luar kota, tak perlu khawatir karena kuil ini terletak di Pusat Kota. Maka dikawasan ini juga banyak terdapat penginapan, restaurant dan tak jauh beberapa meter dari Kuil terdapat salah satu Pusat perbelanjaan terbesar di Kota Medan.