Pantai Sri Mersing mungkin belum setenar nama-nama pantai lain yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai seperti Pantai Cermin Theme Park, Klang, Kuala Putri, maupun Sialang Buah. Meski belum terkenal, namun pantai ini layak untuk dijadikan sebagai salah refrensi wisata pantai yang nyaman. Pantai Sri Mersing ini berlokasi di Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin. Jaraknya lebih kurang 48 kilometer dari Kota Medan. Akses menuju pantai ini cukup mudah. Jika dari Medan, pantai ini bisa diakses melalui Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalinsum). Sebelum memasuki Kota Perbaungan, akan ada perempatan dan silakan belok kiri.

Dari Perbaungan menuju Pantai Cermin, sepanjang perjalanan akan ditemui hamparan kebun kelapa sawit yang sangat luas. Jalan menuju kesana cukup lebar dan volume kendaraan yang lalu-lalang tidak begitu padat. Nah, dari Pantai Cermin, dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mencapai lokasi Pantai Sri Mersing tersebut. Suasana yang tenang, nyaman disertai angin yang sepoi-sepoi langsung menyambut pengunjung yang tiba di sana. Sekilas Sri Mersing ini nampak mirip dengan Pantai Kuwaru yang terletak di Bantul, DIY. Kemiripannya berada pada vegetasi tumbuhan yang tumbuh di tepi pantai yakni pohon cemara laut atau yang biasa juga disebut cemara udang.

Hanya saja, Sri Mersing ini jauh lebih terawat dibanding Pantai Kuwaru yang belakangan ini menjadi langganan abrasi. Sebenarnya hal ini lebih disebabkan oleh faktor alam. Pantai Kuwaru langsung berhadapan dengan Samudra Hindia yang memang dikenal cukup ganas. Adapun Sri Mersing ini kebetulan berlokasi di Selat Malaka yang tenang dan jarang diterjang badai dan gelombang tinggi. Jika melihat sebaran pohon cemara yang ada di Sri Mersing, nampaknya sejak awal penanamannya memang sudah direncanakan. Pohon yang satu dengan yang lainnya dipisahkan jarak yang sama sehingga barisannya terlihat rapi. Pohon-pohon tersebut tumbuh terawat dan sangat rindang.

Keindahan Sri Mersing tidak hanya terletak pada keberadaan pohon cemara udangnya saja. Pantai ini juga dianugerahi pasir yang putih yang terbentang di sepanjang garis pantai. Pengelola pantai ini juga nampaknya memang paham benar apa yang diinginkan wisatawan, yaitu kebersihan. Ya, pantai ini sangat bersih dan tak ada sampah yang bertebaran. Tong sampah tersedia dimana-mana sehingga pengunjung sungkan untuk buang sampah sembarangan. Pengunjung yang ingin menghabiskan waktu di pantai ini bisa memilih tempat baik di pondok-pondok maupun lesehan di atas pasir. Paling enak memang menikmati suasana pantai ini bersama keluarga.

Puas menikmati keindahan pantai, pengunjung bisa bersantap bersama. Kalau tidak membawa ransum dari rumah, pengunjung bisa memesan makanan di restoran milik pengelola. Selain menu seafood, kelapa muda yang dingin juga tersedia. Hanya saja, pantai ini memang sepertinya lebih enak dipandang dari bawah pohon cemara. Kalau untuk mandi-mandi, pengunjung kemungkinan akan berubah pikiran jika melihat kondisi airnya yang tak jernih. Di pinggir pantai airnya agak kecoklatan, kontras dengan bagian tengah yang tampak biru. Kemungkinan besar hal ini disebabkan karena di sekitar pantai ini merupakan muara dari beberapa sungai yang ada di Sumatera Utara.