Bukit lawang merupakan sebuah desa yang berada di tepian taman nasional gunung leuser, Sumatera Utara. Pengunjung yang datang, baik dari mancanegara ataupun turis lokal, memiliki nterest yang berbeda. Umumnya para wisatawan dari luar negeri lebih suka melakukan perjalanan ke hutan untuk melihat indahnnya kekayaan alam yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser ini. Berbagai primata dapat dilihat, burung dengan kicauan yang merdu terdengar, dan jenis-jenis serangga yang indah.

Jika sedang berkunjung ke Medan Sumatera Utara, bisa menyempatkan diri berkunjung ke Bukit Lawang. Jarak dari Medan sekitar 96 kilometer barat laut Medan, dengan kendaraan umum atau pribadi dapat ditempuh 2 – 2,5 jam. Selama dalam perjalanan akan terlihat perkebunan kelapa sawit, serta beberapa sungai yang menjadi sumber kehidupan warga sekitar. Sejak dijadikan sebagai kawasan pelestarian orangutan, khususnya untuk rehabilitasi, kawasan ini dikenal turis mancanegara sebagai objek wisata alam hutan tropis. Keindahan Bukit Lawang tidak terlepas dari posisinya yang merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Sebagai sebuah kawasan taman nasional, kondisinya memang terjaga. Konsep ekowisata menjadi hal utama di sini. Berikut ini adalah 5 pantai hutan menuju langkat, diantaranya sebagai berikut :

Pantai Biru

Objek wisata Pemandian Pantai Biru ini terletak di Desa Pamah Tambunan berjarak sekitar 8 km dari ibukota Kecamatan Salapian atau berjarak sekitar 50 km dari kota Binjai. Pemandian ini disebut dengan Pemandian Pantai Biru karena aliran sungai yang jernih dan sejuk serta berwarna kebiru-biruan yang membuat bebatuan yang ada di dasar sungai tampak jelas terlihat. Pemandian pantai biru ini sangat ramai dikunjungi terutama saat libur sekolah sebagai tempat rekreasi dengan hawa pengunungan.

Lokasi ini juga cocok untuk dijadikan tempat berkemah khususnya bagi para remaja. Selain kesejukan airnya, disekitar pemandian alam ini terdapat sebuah gua yang oleh masyarakat setempat disebut dengan gua “alam liang”. Gua ini sering dimasuki oleh para pengunjung karena tidak berbahaya dan juga dijadikan sebagai tempat berteduh diwaktu hujan. Pemandangan disekitar objek wisata ini masih alami, dimana kita juga bisa melihat sarang lebah bergantungan ditebing sungai yang diakui oleh masyarakat setempat tidak pernah kosong sejak 50 tahun yang lalu, bahkan disaat banyak bisa mencapai lebih dari 10 sarang lebah.

Gua Batu Rizal

Guat batu rizal ini berlokasi di sepanjang lereng bukit barisan hulu kecamatan bahorok. Daerah ini masih alami dan belum ada terjadi perambahan/perusakan hutan. Untuk mencapai lokasi Gua Batu Rizal ini, pengunjung harus berjalan kaki melalui jalan setapak yang terdapat di tepi lereng bukit.Gua Batu Rizal ini berjarak sekitar 86 km dari Binjai. Lama perjalanan lebih kurang 3 jam dari Binjai. Disekitar lokasi gua ini udara sangat sejuk dan segar. Di dalam gua banyak terdapat kotoran burung yang dapat digunakan sebagai pupuk kompos. Tempat ini sangat cocok untuk kegiatan pengembaraan dan perkemahan. Sementara itu, gua ini juga ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, sedangkan wisatawan domestik masih sedikit yang berminat untuk melihat gua ini.

Pantai kuala serapuh

Pantai kuala serapuh terletak di kecamatan tanjung pura, juga berada di pesisir perairan selat malaka. Objek wisata ini memiliki pesona alam yang indah dengan pantai pasir putih yang landai dengan luas sekitar 6 hektar. Latar belakang pantai yang ditumbuhi hutan cemara yang hijau merupakan habitat berbagai jenis burung, kera dan monyet. Beberapa kegiatan yang dapat dikembangkan dan dilakukan di pantai ini antara lain : Volly pantai, memancing, camping, atau kegiatan lomba layang – layang. Ada beberapa fasilitas seperti home stay (rumah tumpangan) maupun sajian makanan ringan khas melayu Untuk menuju lokasi ini kita memualainya dari pelabuhan boat di Tanjung Pura. Waktu tempuh menuju lokasi ini ± sekitar 40 menit menelusuri Sungai batang

Air terjun lau berte

Air terjun lau berte ini terletak di Sungai Bingai. Sekitar 10 km di sebelah utara Pekan Namu Ukur atau sekitar 28 km dari kota Binjai. Selain menikmati indahnya air terjun, pengunjungnya dapat menikmati panorama yang cukup indah. Pada hari-hari libur banyak sekali pengunjung yang dating ketempat ini untuk menikmati keindahan alam sekaligus menikmati jernih dan sejuknya air sungai. Lokasi inipun sangat layak untuk kegiatan kamping atau perkemahan dan tracking atau jelajah hutan. Air Terjun dengan ketinggian ± 40 m ini sesungguhnya dapat juga dikembangkan sebagai pembangkit tenaga listrik.

Tangkahan

Tangkahan merupakan salah satu jendela menuju ke Taman Nasional Gunung Leuser dengan berbagai macam atraksi alam yang akhir-akhir ini semakin memikat wisatawan baik domestik maupun mancanegara Banyak hal yang ditawarkan di kawasan ekowisata ini; mulai dari tracking ke hutan, susur sungai, tubing, air terjun, sampai dengan menunggang gajah milik CRU fauna & Flora International. Kawasan Ekowisata Tangkahan yang terletak di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ini dapat ditempuh selama 3-4 jam perjalanan dari Kota Medan.